Till We Rot

Available

100 × 150 cm
Acrylic on Canvas
2026

Till We Rot” menghadirkan citraan dua kerangka manusia yang saling bertaut, terpampang seperti fosil yang terperangkap dalam satu lapisan waktu. Tekstur yang kasar dan permukaan yang arkeologis menciptakan kesan seolah tubuh-tubuh ini ditemukan kembali setelah lama terkubur.

Karya ini tidak berbicara tentang kematian sebagai akhir, melainkan tentang kedekatan yang bertahan melewati batas usia, tubuh, bahkan pelapukan. Gestur dan komposisi kerangka yang tetap saling menghadap dan bersinggungan membawa gagasan bahwa hubungan manusia meninggalkan jejak lebih dalam daripada daging yang membungkusnya.

Dalam keheningan permukaannya, “Till We Rot” menjadi semacam relief kenangan: sebuah lapisan memori yang membeku, mencatat bahwa kedekatan emosional dapat bertahan bahkan ketika segala hal lainnya runtuh.

Karya ini masuk dalam kategori Top 10 Best Artwork pada 2nd Grey Awards, “Monochrome as Manifesto”, Bandung, dan dipamerkan di ArtMoments Jakarta